Tampilkan postingan dengan label Objek Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Objek Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2016

Komplek Candi Prambanan



Kompleks Candi Prambanan terletak di perbatasan antara Kabupaten Sleman dengan Klaten, tepatnya di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO World Heritage Commiittee dengan No. C. 642.
Kompleks Candi Prambanan mempunyai latar belakang agama Hindu dan sering juga disebut Candi Loro Jonggrang. Kompleks Candi Prambanan terbagi menjadi 3 halaman konsentris (terpusat), dihubungkan dengan gapura yang terletak pada keempat sisinya.
Halaman luar dikelilingi tembok pagar berukuran 390 x 390 m. Saat ini, pada halaman luar sudah tidak ditemukan adanya bangunan, namun dari ekskavasi yang pernah dilakukan, diketahui adanya beberapa struktur fondasi bangunan yang diperkirakan sebagai tempat tinggal para pendeta. Halaman tengah dikelilingi tembok pagar berukuran 220 x 220 m. Di halaman kedua terdapat 224 buah candi perwara yang disusun menjadi empat deret yang makin ke dalam makin tinggi letaknya. Deret pertama 68 buah, deret kedua 60 buah, deret ketiga 52 buah, dan deret keempat 44 buah.
Di dalam halaman pusat yang dikelilingi pagar berukuran 110 x 110 m terdapat 16 bangunan candi, yaitu :
1. Candi Siwa sebagai Candi Induk
Tubuh candi induk terdiri atas empat bilik, pada masing-masing bilik terdapat arca, yaitu arca Agastya, sebagai Siwa Mahaguru, arca Ganeça sebagai anak Dewa Siwa, arca Durga Mahisasuramardini sebagai çakti Siwa, dan arca Siwa Mahadewa sebagai arca utama. Atap candi bertingkat-tingkat, masing-masing dihiasi dengan beberapa hiasan ratna.
2. Candi Brahma
Bentuk dan denah Candi Brahma mirip dengan Candi Siwa, hanya ukurannya lebih kecil. Candi ini hanya memiliki satu tangga masuk di sebelah timur dan satu bilik yang di dalamnya terdapat arca Brahma
3. Candi Wisnu
Bentuk secara keseluruhan Candi Wisnu pada dasarnya mirip dengan Candi Brahma. Candi ini juga memiliki satu tangga masuk di sebelah timur, dengan satu bilik arca di dalamnya yaitu arca Wisnu.
4. Candi Nandi
Candi menghadap ke barat, mempunyai satu bilik dengan arca Nandi di dalamnya. Selain itu, juga terdapat relief mengenai Dewa Surya dan Candra. Dewa-dewa tersebut mengendarai kereta yang masing-masing dihela 7 ekor kuda untuk Dewa Surya dan 10 ekor kuda untuk Dewa Candra.
5. Candi Garuda dan Angsa
Di depan Candi Wisnu dan Candi Brahma terdapat dua buah candi, tetapi biliknya dalam keadaan kosong. Candi Garuda berada di depan Candi Wisnu dan Candi Angsa berada di depan Candi Brahma.
6. Candi Apit
Pada ujung sebelah utara dan selatan di dekat pintu masuk terdapat dua buah candi yang disebut candi apit. Disebut demikian karena dua buah bangunan ini berfungsi sebagai pengapit dua deretan candi yang terletak di sebelah timur dan barat.
7. Candi Kelir
Jumlah candi kelir ada empat buah, terletak di depan pintu masuk, yaitu sebelah utara, selatan, timur dan barat. Secara simbolis berfungsi sebagai penolak bala.
8. Candi Sudut
Candi sudut berjumlah empat buah, terletak di setiap sudut halaman utama. Seperti halnya candi kelir, candi sudut ini tidak mempunyai tangga masuk. Sesuai ukurannya yang kecil, maka ruangan pada tubuh candi dan pintu masuknya kecil.
Berdasarkan atas adanya arca-arca dewa dan relief yang ada di percandian Prambanan, maka dapat diketahui bahwa percandian Prambanan didirikan bagi umat yang beragama Hindu. Akan tetapi, data-data mengenai siapa sebenarnya raja yang mendirikannya masih belum ditemukan secara konkret.
Salah satu prasasti yang dapat dihubungkan dengan percandian ini yaitu prasasti Siwa Grha yang berangka tahun 778 Saka (856 M). Prasasti ini sekarang disimpan di Jakarta. Dalam prasasti ini disebutkan tentang arca Dwarapala pada pintu masuk dan adanya petirtaan pada gugusan candi. Gugusan candi yang ada dalam prasasti tersebut dapat diidentikkan dengan Candi Prambanan.
Hal itu mengingat halaman pusat percandian ini dikelilingi pagar sesuai dengan uraian candi utama dalam prasasti. Berdasarkan uraian tersebut dapat diduga bahwa percandian Prambanan didirikan oleh Raja Pikatan (Jatiningrat) yang mengeluarkan prasasti itu. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya tulisan-tulisan pendek yang menyebutkan nama “Pikatan” sehingga diduga percandian itu didirikan sekitar abad IX M.
Motif Prambanan yaitu hiasan berupa seekor singa di dalam relung diapit dua bidang hias berisikan pohon kalpataru dan di bawahnya terdapat sepasang makhluk  kinara-kinari.
Kompleks Candi Prambanan memiliki banyak ragam hias. Sebagian ragam hias tersebut merupakan motif batik, antara lain: motif nitik, motif sidomukti, motif pinggiran, dan motif semen. Selain itu, di Candi Prambanan terdapat relief motif Prambanan yaitu hiasan yang hanya ditemukan di Candi Prambanan. Hiasan ini berupa seekor singa di dalam relung diapit dua bidang hias berisikan pohon kalpataru dan di bawahnya terdapat sepasang makhluk kinara-kinari.
Kompleks Candi Prambanan ditemukan pertama kali oleh C.A. Lons, seorang bangsa Belanda pada tahun 1733 M. Candi ini ditemukan dalam keadaan runtuh dan ditumbuhi rumput serta pepohonan.
Sampai saat ini percandian Prambanan telah mengalami beberapa kali pemugaran. Dimulai dengan pemugaran Candi Siwa yang selesai pada tahun 1953 diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia I yaitu Ir. Soekarno, dilanjutkan dengan Candi Brahma pada bulan April 1977 sampai dengan bulan Februari 1987. Candi Wisnu dipugar pada bulan April 1987 dan diresmikan pada tanggal 27 April 1991. Setelah candi-candi utama selesai dipugar, kemudian mulai bulan Mei 1991 tiga buah candi wahana, yaitu Candi Nandi, Candi Garuda, dan Candi Angsa mulai dipugar. Candi-candi tersebut diresmikan bersamaan dengan Candi Sewu (Jawa Tengah) pada tahun 1993 oleh Presiden Republik Indonesia II yaitu Soeharto.
Dengan pemugaran yang dikerjakan oleh pemerintah melalui Proyek Pelita ini, dapat memberikan sumbangan besar bagi bangsa Indonesia, baik dalam bidang kebudayaan maupun kepariwisataan. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang menghargai warisan budayanya, maka hendaknya kita ikut berpartisipasi dalam upaya perlindungan dan pelestariannya.

Gua Braholo, Gua Hunian Masa Pra Sejarah di Gunung Sewu


       Gua Braholo merupakan salah satu gua hunian prasejarah yang berada dalam jajaran pegunungan karst Gunung Sewu. Gua ini terletak di Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gua ini ditemukan oleh Bidang Prasejarah Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, ketika melakukan survei di seluruh wilayah Gunung Sewu pada tahun 1996. Belasan gua ditemukan di bagian barat pegunungan ini dan salah satu di antaranya adalah Gua Braholo, yang kemudian ditindaklanjuti dengan melaksanakan ekskavasi pada tahun 1997 dan 1998.

    Penelitian di Gua Braholo merupakan bagian dari penelitian skala makro tentang eksploitasi sumber daya di daerah Gunung Sewu. Daerah yang memanjang pada arah timur – barat di bagian selatan Jawa ini terdiri dari pegunungan karst yang khas, berbentuk setengah bulatan atau kerucut diselingi lembah atau dataran sempit. Berbagai tinggalan prasejarah dari budaya tertua (paleolitik) hingga termuda (paleometalik) tersebar dengan padat, lebih – lebih di bagian timur. Budaya bercorak paleolitik lebih terkonsentrasi di sepanjang aliran sungai, seperti Kali Baksoka, Kali Wuni, Kali Pasang, Kali Sirikan, dan Kali Gede. Sebaran Paleolitik mencapai Kali Giritontro di daerah Wonogiri dan Kali Oyo di daerah Wonosari. Budaya Mesolitik lebih terpusat di gua atau ceruk, sementara budaya bercorak neolitik lebih terpusat di bentang alam terbuka.
     Satu – satunya penelitian mengenai kehidupan gua tercatat pada tahun 1996 yang dilakukan oleh Puslit Arkenas. Melalui eksplorasi intensif ditemukan belasan gua di daerah ini dan salah satunya di antaranya adalah Gua Braholo. Di antara gua – gua tersebut, Gua Braholo menampakkan indikator hunian paling kuat berupa temuan permukaan, seperti sisa fauna yang melimpah dan artefak batu. Berdasarkan temuan tersebut dipandang perlu untuk mengadakan ekskavasi di daerah ini.
         Penelitian intensif selama lima tahun dengan dukungan dari “The Toyota Foundation” di Gua Braholo telah dimulai sejak tahun 1995 dipimpin oleh Prof. Truman Simanjuntak dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta. Pada penelitian tersebut telah dibuka 14 kotak ekskavasi dengan temuan yang sangat padat, terdiri dari tembikar, sisa biji-bijian yang sebagian besar di antaranya terbakar dan hangus, sisa fauna yang sangat melimpah, sisa industri batu, sisa industri tulang dan cangkang kerang.

          Berdasarkan hasil ekskavasi dapat diketahui membuktikan bahwa Gua Braholo dihuni dalam paling tidak sejak akhir Plestosen hingga Holosen. Lapisan 1 – 4 berumur Holosen, selanjutnya lapisan 5 -7 berumur akhir Plestosen.
      Industri alat batu (litik) di Gua Braholo menggunakan bahan baku batuan yang bervariasi, namun miskin dalam tipologi. Pada umumnya terbuat dari rijang dan batu gamping, kemudian juga digunakan jasper, kalsedon, dan fosil kayu. Tipologi artefak litik yang ditemukan di Gua Braholo, secara teknis menampakan corak budaya yang lengkap, mulai paleolitik, mesolitik, dan neolitik. Corak paleolitik berupa alat-alat massif dari batu gamping berupa alat batu inti dan kapak perimbas. Corak mesolitik berupa alat serpih-bilah, sedangkan corak neolitik berupa beliung persegi dari batu gamping, cangkang kerang, dan fosil tulang.
       Alat tulang yang ditemukan di Gua Braholo dapat diklasifikasikan menjadi lancipan, spatula, jarum, dan alat tanduk. Berdasarkan aspek bentuk dan teknologinya, lancipan dan spatula dari Gua Braholo memiliki kesamaan dengan yang ditemukan di gua-gua lain di Jawa Timur. Alat tulang yang paling khas dari situs ini adalah jarum dengan runcingan ganda dalam ukuran kecil, dan sejauh ini belum pernah ditemukan di situs lainnya.
       Artefak cangkang kerang yang ditemukan di Gua Braholo terdiri dari serut, penusuk, serut-penusuk, alat pengupam, alat sudip, beliung persegi, dan perhiasan. Alat serut dan lancipan dibuat dari serpihan hasil pemecahan cangkang kerang. Selain sebagai alat, di Gua Braholo cangkang kerang juga dimanfaatkan sebagai perhiasan atau aksesoris.
          Sampai saat ini di Gua Braholo telah ditemukan sisa – sisa manusia yang berasal dari 8 individu. Sebagian menunjukkan penguburan primer dengan bagian tubuh yang relatif lengkap dalam susunan anatomis, dan sebagian lainnya menunjukan sisa penguburan sekunder dengan sisa bagian tubuh yang terbatas. Berdasarkan konteks stratigrafinya, rangka-rangka manusia tersebut berada dalam rentang waktu sekitar 5.000 tahun, berumur antara 9.000 hingga 4.000 tahun yang lalu.
         Berdasarkan analisis morfologi dapat diketahui sebagian besar manusia Gua Braholo memiliki karakter ras Australo-Melanesoid, sedangkan tiga individu lainnya belum dapat diketahui karena keterbatasan sisa anatomis yang terkonservasi.
          Penemuan rangka-rangka di Gua Braholo ini telah mengisi kekosongan data manusia penghuni kawasan Gunung Sewu pada periode paruh awal Holosen, yang mengembangkan budaya industri serpih-bilah serta alat-alat tulang dan cangkang kerang. Migrasi manusia dengan ciri ras Australo-Melanesoid ke kepulauan Nusantara diduga berasal dari Asia Tenggara Daratan setidaknya sejak 11.000 tahun yang lalu, ketika terjadi kenaikan air laut. (Shinta Dwi Prasasti)
Sumber: kemdikbud.go.id

Kamis, 27 Oktober 2016

Popular Tourism Object Indonesia


Indonesia is a country with so many natural resources. Not a few, which is a favorite location as a tourist attraction because of its natural beauty. Of the many attractions in Indonesia, which is the most many tourists, both domestic and foreign tourists in the last year?

To that end, TripAdvisor announced the tourist places in Indonesia are getting high rankings to become the most frequent sights discussed the tourists from all over the world in the past year.

1. Waterbom Bali, Kuta
As expressed by one TripAdvisor traveler, "If you love the sun and water, Waterbom is one place that should be visited. It provides a lot of things that can be done travelers of all ages.
"

2. Complex. Prambanan Temple, Yogyakarta
"The structure of buildings, sculptures, and architecture are all amazing. Place to visit. The temple is also the only one in the world that has a statue of Lord Brahma with a full body, "said one TripAdvisor traveler.

3. Bali Safari & Marine Park, Gianyar
According to one TripAdvisor traveler, "The park is not only very spacious and well maintained, but the experience of being so close to the animals occupants also really amazing."

4. The temple of Borobudur, Central Java
A TripAdvisor traveler commented. "This place is not only beautiful, but also the surrounding scenery is stunning."

5. Pura Tanah Lot, Canggu
One TripAdvisor traveler commented, "A very impressive while visiting Tanah Lot temple and a beautiful garden. The most memorable of our trip! "

6. Kecak Fire and Trance Dance, Ubud
"Music is shouted by a remarkable man. Thrilling fire dance, with quick movements as well as entertaining. Perfect closure of our visit to Ubud, "said one TripAdvisor traveler.

7. Mount Bromo, East Java
A TripAdvisor traveler said, "The size of a very large crater and the supernatural beauty of nature is truly special."

8. Mount Merapi, Yogyakarta
"The scenery is absolutely stunning from Merapi. Everything is on fire and fog shrouded morning. Then you'll see the top for 10 minutes, it's worth it after a trip through time and wait! "Said one TripAdvisor traveler.

9. Gunung Rinjani, Lombok
According to one TripAdvisor traveler, "I've been climbing almost all the regions of Asia and Rinjani offers unrivaled views. You will see a blue-green lake and then active volcano crater that still smoke! "

10. Saung Angklung Udjo, London
"Appearance of music, dance and comedy with a bit of art as a whole is impressive. They involve the audience and the orchestra was incredible! Recommendations a TripAdvisor travelers.

source: metrotvnews (dot) com

Senin, 06 Juni 2016

Obyek Wisata Alam Gunung Lawu Jawa Timur


Obyek wisata alam Gunung lawu mungkin sudah tidak asing ditelinga kita, Apalagi bagi Saudara yang mempunyai hobi mendaki gunung. Karena selain pendaki yang datang karena hobi, Disaat bulan sura banyak orang yang naik kegunung lawu untuk ziarah.

Lokasi Obyek wisata Alam Gunung lawu terletak dipulau Jawa Indonesia, Tepatnya diperbatasan atau anatra provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Gunung lawu mempunyai ketinggian puncak 3.265m dari permukaan laut. Karena lokasi gunung lawu yang letaknya diperbatasan Jawa Timur,  Kadang orang menyebutnya gunung lawu jawa timur.

Jalur Menuju obyek wisata alam gunung lawu

Transportasi umum darat menuju obyek wisata alam gunung lawu juga mudah, JIka kita dari  kota lain di Jawa Tengah atau dari arah barat, kita bisa menuju terminal bis tirtonadi dikota Solo, Dan dari solo kita bisa naik bis menuju terminal dikota Tawangmangu, Dari terminal tawangmangu kita bisa naik transportasi darat lain menuju lawu.Bagaimanajalur transportasi menuju gunung lawu jika kita dari arah timur?, Juga tidak sulit, Dari arah manapun Saudara menuju kota maos atau tepatnya terminal bis maos. Dari terminal bis dikota maos Saudara bisa berganti transportasi darat menuju gunung lawu.


+foto telaga sarangan dilereng gunung lawu jawa timur


Dari dua jalur menuju gunung lawu tersebut, Kita akan bisa melihat keindahan lereng gunung lawuyang mengngagumkan. Karena disekitar lereng gunung lawu, Selain jalannya yang berkelak-kelok indah, Kita akan melewati banyak pepohonan dan lahan pertanian yang hijau dan rindang. Dan Jika dari jalur timur atau Jawa Timur, Kita akan melewati keindahan telaga sarangan yang bisa dilihat dari dalam mobil.

Tentang obyek wisata alam gunung lawu lainnya

Gunung lawu mempunyai tiga puncak, Yaitu puncak hargo Dalem, Puncak Hargo Dumiling dan puncak hargo Dumilah. Hargo Dumilah merupakan puncak tertinggi gunung lawu.

Selain itu, Gunung Lawu memiliki dua buah Kawah yaitu Kawah Telaga Kuning dan Kawah Telaga Lembung Selayur yang disekitarnya terdapat tempat-tempat keramat. Tempat yang dikeramatkan itu antara lain Sendang Panguripan, Sumur Jolo Tundo, Gua Sigolo-golo, Sendang Drajad, Sendang Macan dan Pasar Dieng.

Jalur pendakian gunung lawu?

Pendakian menuju puncak gunung lawu bisa ditempuh melalui dua pos atau gerbang. dari pos atau gerbang cemorokandang dikota tawangmangu Jawa Tengah dan Cemorosewu dikota sarangan Jawa Timur. Antara dua titik atau gerbang awal pendakian ini jaraknya sangat dekat, Yaitu +-250m.

Dua jalur awal pendakian gunung lawu diatas semua sangat mengasikkan, Yang pasti pemandangannya indah dan mempesona. Namun cemoro sewu akan lebih memberi tantangan bagi pendaki, Karena jalur ini bisa dibilang lebih susah dibanding jalur pendakian dari cemoro kandang. Dan untuk jalur pendakian gunung lawu  melalui cemorosewu sudah pernah saya lakukan.

Pendakian kepuncak gunung lawu melalui jalur cemorosewu akan melewati dua mata air diatas gunung, Yaitu Sendang Panguripan dan Sendang Drajat. Sendang Panguripan berada diantara pos cemorosewu dan pos 1 ( Satu ), Sedangkan sendang Drajat terletak diantara pos 4 ( empat ) dan pos 5 ( Lima ).

Yang Unik Dari puncak gunung lawu

Puncak gunung lawu memang unik, Karena terdapat  warung makan di bawah puncaknya dengan bangunan yang lumayan. Pendaki dapat melepas lelah sambil makan, minum dan tiduran, Dan berbeda dengan puncak gunung lain di dunia.

Demikian tadi sedikit uraian tentang gunung lawu, Baik keindahan lereng gunung lawu, Lokasi gunung lawu, Jalur menuju gunung lawu, Tinggi gunung lawu, Jalur pendakian gunung lawu, Serta info lain seputar jalur pendakian gunung lawu. Semoga artikel ini bermanfaat.

Minggu, 05 Juni 2016

Tempat Obyek Wisata Gunung Tangkuban Perahu


Tempat atau obyek wisata pegunungan di Indonesia kali ini akan menuliskan tentang obyek wisata tangkuban perahu, Di Indonesia, Tempat wisata dengan panorama indah dan udara sejuk dan cenderung dingin dengan pemandangan alam yang mengagumkan ini sudah sangat dikenal dikalangan Masyarakat. Selain karena keindahan alam pegunungan yang mempesona dan menakjubkan, Populernya tangkuban perahu juga dikarenakan adanya legenda tentang terbentuknyagunung tangkuban parahu. 

Cerita atau legenda Tangkuban Perahu sering disebut jugacerita rakyat tangkuban perahu, Legenda terbentuknya gunung tangkupan perahu merupakan cerita seorang anak bernama Sangkuriang yang mencintai Ibunya bernama Dayang sumbi. Hal ini bisa terjadi karena perpisahan Sangkuriang dari kecil dengan Dayang sumbi ( Ibunya ), Dalam legenda Sangkuriang ini, Dayang Sumbi awet muda walaupun usia semakin bertambah. Untuk menolak atau menggagalkan ini semua, dayang sumbi minta dibuatkan kapal dalam waktu satu malam. Dalam prosesnya Sangkurian gagal dan akhirnya marah dan menendang kapal yang akhirnya jatuh tertelungkup menjadi Gunung Tangkupan Perahu.

Wisata gunung tangkuban perahu berlokasi di Provinsi Jawa Barat Indonesia, Yaitu sekitar 20 Km arah utara kota Bandung, Tepatnya di Desa Cicole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung. Gunung aktif  dengan tinggi 2.084 meter ini mempunyai panorama alam yang Indah dengan pohon pinus dan hamparan perkebunan teh. Ini merupakan salah satu tujuan wisata populer diprovinsi Jawa barat.

Bagaimana akses menuju obyek wisata alam tangkuban perahu?,

Menuju tangkuban perahu Dengan angkutan umum
Untuk memudahkan akses menuju lokasi taman wisata tangkuban perahu, Jika kita berangkat dari arah timur ( Jawa tengah, Jawa Timur, Ciamis, Tasikmalaya, Garut ), Sebaiknya kita konsetrasi menuju kota bandung terlebih dahulu, Yaitu terminal Leuwi Panjang. Setelah sampai terminal leuwi panjang Bandung, Selanjutnya Naik bis jurusan Bandung - Indramayu yang melewati Subang dan kita turun pertigaan gerbang taman wisata tangkuban perahu.

Berbeda untuk wisatawan yang berasal dari arah barat, Jika dari arah barat naik angkutan minibus atau elf jurusan Pamanukan - Subang - Bandung atau naik bis jurusan Indramayu - Subang - Bandung. Semuanya turun pertigaan gerbang tangkuban perahu.

Bagaimana menuju tangkuban perahu dengan menggunakan kendaraan pribadi?

Rute jalan menuju objek wisata gunung tangkuban perahu diawali dari pintu tol pasteur > Jl. Dr. Djunjunan > Pasirkaliki > Lembang > Jl. Raya Tangkuban Perahu > Menuju lokasi wisata Tangkuban perahu

Rute lain menuju objek wisata gunung tangkuban perahu dimulai dari pintu tol Cipularang > Ambil arah Cimahi > Jl. Raya Lembang > Menuju lokasi wisata tangkuban perahu.

+Wisata alam kawah gunung tangkuban perahu Bandung Jawa Barat


Atau wisatawan bisa memilih alternatif melalui pintu tol Sadang atau Baros. Apakah Saudara masih ragu untuk melakukan perjalanan wisata kegunung Tangkuban Perahu dengan angkutan umum ataupun dengan mobil pribadi?, Kalau hiya, Saudara tetap bisa menikmati keindahan tangkuban perahu dengan menyewa jasa travel wisata. Karena sudah banyak jasa travel wisata yang menawarkan perjalanan wisata ketempat wisata ini.

Objek wisata apa yang populer digunung Tangkuban Perahu?

Salah satunya karena keindahan alam yang terdiri dari hutan pinus dan perkebunan teh. Namun tujuan utama atau objek wisata populer digunung tangkuban perahu adalah terletak pada kawahnya.

Gunung tangkuban perahu terdiri dari beberapa kawah, Kawah gunung tangkuban perahu Antara lain
  1. Kawah Ratu
  2. Kawah Upas
  3. Kawah Domas
  4. Kawah Jurig
  5. Kawah Uwi
  6. Kawah Baru
  7. Kawah lanang
  8. Kawah Ecoma
  9. Kawah Siluman
  10. Kawah Jarian
  11. Kawah Pengguyangan Badak
Dari beberapa kawah diatas, Ada tiga kawah gunung tangkuban perahu yang populer dan sering dikunjungi wisatawan, Yaitu kawah Ratu, kawah Upas, Kawah Domas.

Kawah Ratu Tangkuban Perahu


+Kawah ratu tangkuban perahu bandung jawa barat
Kawah ratu yang indah, Memang tidak salah sebutan itu.Kawah Ratu tangkupan perahu merupakan kawah yang paling besar dibanding kawah yang  lain, Selain itu, kawah ratu juga paling diminati oleh wisatawan.

Untuk bisa sampai keobjek wisata kawah ratu tidaklah sulit, Karena akses transportasi bisa naik sampai bibir kawah. Dan yang lebih asyik disini kita bisa naik kuda melihat-lihat keidahan kawah.

Disekitar kawah ratu juga banyak warung makan dan toko souvenir yang menjual berbagai macam souvenir khas tangkuban perahu.

Kawah upas tangkuban perahu
Bibir kawah upas hampir menyatu dengan kawah ratu, Sehingga kita bisa melihat keindahan kawah ratu dari tempat yang berbeda. Kawah upas memiliki kawah yang lebih kecil, lebih dangkal dan datar dibanding kawah ratu.

Diperlukan tambahan tenaga untuk bisa menuju kawah upas, Karena wisatawan perlu jalan kaki melewati jalan setapak dengan waktu tempuh +-20 Menit dari kawah ratu.

Kawah Domas Tangkuban Perahu
Jarak antara kawah domas dan parkiran kawah ratu +-2km, Dapat ditempuh dengan jalan kaki melewati jalan setapak yang agak kurang enak, Karena Medannya berbukit dan menurun. 

Namun usaha wisatawan tidak akan sia-sia, karena dikawah domas tangkuban perahu wisatawan bisa melakukan banyak aktivitas yang mengasyikan selain pemandangan yang indah. Diantaranya berendam air hangat, Lulur lumpur belerang dan yang sering dilakukan wisatawan adalah aktivitas merebus telur dikawah.

Fasilitas Penginapan atau Hotel dikawasan Tangkuban perahu
Untuk menikmati semua indahnya pemandangan dan kawah tangkuban perahu, Mungkin tidak bisa dilakukan dengan waktu hanya satu hari. Namun Saudara tidak perlu khawatir, Karena disekitar tempat wisata tangkuban perahu banyak hotel, Villa dan penginapan yang siap membantu Saudara untuk beristirahat dengan tarif yang relatif terjangkau. Jarak hotel atau penginapan tidak terlalu jauh dari lokasi wisata tangkuban perahu.

Demikian sekilas tentang tangkuban perahu yang terdiri dari lokasi gunung tangkuban perahu, Akses menju gunung tangkuban perahu dengan transportasi umum maupun mobil atau motor pribadi, Cerita rakyat tangkuban perahu dan beberapa objek wisata tangkuban perahu. Semoga bermanfaat.

Obyek Wisata Alam Baturaden Jawa Tengah


+Foto taman wisata Baturaden Purwokerto Jawa Tengah Indonesia
Baturaden Purwokerto
Objek wisata alam baturaden merupakan salah satu objek wisata alam di Pulau Jawa yang terletak dilereng pegunungan, Disini wisatawan dapat menikmati keindahan alam serta udara sejuk khas pegunungan. Selain itu, Pengunjung juga dapat melihat beberapa satwa yang hidup dihutan dalam kawasan wisata baturaden.

Selain hal yang menyenangkan diatas, Dari Baturaden wisatawan juga bisa melihat pemandangan kota Purwokerto, Pulau Nusa Kambangan dan juga beberapa keindahan pantai yang ada di daerah Cilacap. 

Dimana letak objek wisata alam baturaden?
Baturaden terletak dilereng bagian selatan gunung slamet, Tepatnya di Desa Kemutuk Lor, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Dan berada lebih kurang 15km sebelah utara kota Purwokerto Jawa Tengah. Waktu tempuh dari kota Purwokerto menuju kawasan wisata baturaden kurang lebih 25 menit.

Akses menuju objek wisata alam baturaden
Untuk sampai keobjek wisata baturaden tidaklah sulit, Karena jalurnya tidak rumit dan juga tidak padat. Selain itu, Selama perjalanan menuju baturaden wisatawan akan bisa melihat indahnya panorama alam yang indah.

Akses menuju tempat wisata baturaden dengan mobil atau motor pribadi
Untuk bisa sampai kawasan wisata baturaden dengan mobil atau motor pribadi, Kunci utamanya wisatawan harus sampai kota Purwokerto, Setelah sampai kota Purwokerto, Wisatawan akan dengan mudah melihat atau menemukan petunjuk arah menuju objek wisata baturaden. Selanjutnya ikuti petunjuk arah naik objek wisata baturaden.

Akses menuju objek wisata alam baturaden dengan transportasi umum
Untuk menuju kawasan wisata baturaden dengan angkutan umum atau transportasi umum juga sangat mudah. Kunci untuk memudahkan wisatawan menuju baturaden adalah Terminal Purwokerto, Baik itu wisatawan yang berasal dari Timur maupun yang berasal dari arah Barat dengan naik bis umum. Setelah sampai Terminal Purwokerto, Wisatawan pindah atau oper naik angkot menuju kawasan wisata Baturaden.

Selain dengan mengendarai angkutan pribadi atau angkutan umum, Wisatawan juga bisa menggunakan jasa travel perjalanan wisata, Karena sudah banyak jasa travel yang melayani tujuan wisata baturaden dikota Purwokerto, Banyumas ini. Karena selama ini banyak bis wisata yang hilir mudik menuju kawasan wisata alam lereng pegunungan ini.

Baturaden menyediakan beraneka ragam jenis objek wisatabagi pengunjung atau wisatawan, Beberapa objek wisata yang menarik tersebut antara lain;
  1. Pancuran Pitu, Objek wisata ini berjarak 2.5km dari Baturaden. Objek ini menawarkan wisata sumber air panas bumi yang mengalir dari kaki gunung slamet melalui tujuh pancuran dengan suhu atau temperatur 60 sampai 70 derajat celcius. 
  2. Pancuran Telu, Objek ini berupa pancuran yang mengalirkan air panas bersulfur dengan suhu 40 derajat celcius yang juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Pancuran telu terletak dibawah pancuran Pitu.
  3. Taman Kolaka Widya Mandala, Merupakan kebun binatang yang berlokasi dikawasan Baturaden Purwokerto. Disini dapat ditemuai berbagai macam binatang dari beberapa negara dan pulau di Indonesia.
  4. Curug Gede, Objec\k wisata ini berada di Desa wisata Ketenger, Jarak dari Batu raden sekitar 3 km, Curug Gede berupa objek wisata air terjun yang indah.
  5. Telaga Sunyi, Telaga ini sangat indah dengan airnya yang jernih dan dingin, Objek wisata telaga sunyi baturaden terletak disebelah timur yang berjarak sekitar 3 km dari Baturaden.
  6. Bumi Perkemahan Baturaden, Tempat ini sering digunakan oleh para pecinta alam dan penikmat kegiatan alam lainnya untuk kegiatan out bond dan perkemahan.
  7. Taman Botani, Taman yang menyediakan berbagai ragam tanaman hias, Tanaman langka sebagai oleh-oleh atau koleksi pribadi dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain objek diatas, Wisatawan juga bisa menemukan dan melihat wisata lain dalam bentuk budaya. Diantaranya; Grebeg Syuro atau sedekah bumi, Kesenian musik khas Banyumas dari bambu bernama Kethongan, Alat musik dari bambu bernama Calung, Tarian Lengger, Pakaian adat Banyumas dan Kuda lumping.

Fasilitas Hotel dan Penginapan di obyek wisata alam Baturaden
Untuk berwisata beberapa hari di baturaden, Wisatawan tidak perlu kuatir dengan tempat untuk istirahat. Karena dikawasan Baturaden banyak terdapat hotel dan villa dengan harga yang relatif murah. Hotel atau penginapan bisa ditemukan dengan mudah. Hotel atau penginapan dikawasan Baturaden rata-rata menyediakan fasilitas air panas, Jadi bagi wisatawan yang takut mandi air dingin bisa mandi segar air hangat.