Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2016

Popular Tourism Object Indonesia


Indonesia is a country with so many natural resources. Not a few, which is a favorite location as a tourist attraction because of its natural beauty. Of the many attractions in Indonesia, which is the most many tourists, both domestic and foreign tourists in the last year?

To that end, TripAdvisor announced the tourist places in Indonesia are getting high rankings to become the most frequent sights discussed the tourists from all over the world in the past year.

1. Waterbom Bali, Kuta
As expressed by one TripAdvisor traveler, "If you love the sun and water, Waterbom is one place that should be visited. It provides a lot of things that can be done travelers of all ages.
"

2. Complex. Prambanan Temple, Yogyakarta
"The structure of buildings, sculptures, and architecture are all amazing. Place to visit. The temple is also the only one in the world that has a statue of Lord Brahma with a full body, "said one TripAdvisor traveler.

3. Bali Safari & Marine Park, Gianyar
According to one TripAdvisor traveler, "The park is not only very spacious and well maintained, but the experience of being so close to the animals occupants also really amazing."

4. The temple of Borobudur, Central Java
A TripAdvisor traveler commented. "This place is not only beautiful, but also the surrounding scenery is stunning."

5. Pura Tanah Lot, Canggu
One TripAdvisor traveler commented, "A very impressive while visiting Tanah Lot temple and a beautiful garden. The most memorable of our trip! "

6. Kecak Fire and Trance Dance, Ubud
"Music is shouted by a remarkable man. Thrilling fire dance, with quick movements as well as entertaining. Perfect closure of our visit to Ubud, "said one TripAdvisor traveler.

7. Mount Bromo, East Java
A TripAdvisor traveler said, "The size of a very large crater and the supernatural beauty of nature is truly special."

8. Mount Merapi, Yogyakarta
"The scenery is absolutely stunning from Merapi. Everything is on fire and fog shrouded morning. Then you'll see the top for 10 minutes, it's worth it after a trip through time and wait! "Said one TripAdvisor traveler.

9. Gunung Rinjani, Lombok
According to one TripAdvisor traveler, "I've been climbing almost all the regions of Asia and Rinjani offers unrivaled views. You will see a blue-green lake and then active volcano crater that still smoke! "

10. Saung Angklung Udjo, London
"Appearance of music, dance and comedy with a bit of art as a whole is impressive. They involve the audience and the orchestra was incredible! Recommendations a TripAdvisor travelers.

source: metrotvnews (dot) com

Legong Dance : Dance of Divine Nymphs

Tari LegongIn legends, Legongis the heavenly dance of divine nymphs. Girls from the age of five aspire to be selected to represent the community as Legong dancers.
The most popular of Legongs is the Legong Kraton -- 'Legong of the Palace'. Formerly, the dance was patronized by local kings and held in a residence of the royal family of the village. Dancers were recruited from the aptest and prettiest children. Today, the trained dancers are still very yLegong Kuntul half body smoung; a girl of fourteen approaches retirement as a Legong performer.
The highly stylized Legong Kraton enacts a drama of a most purified and abstract kind. The story is performed by three dancers: a female attendant of the court and two identically dressed legongs who adopt the roles of royal persons. The suggestive themes of the magnificent gamelan orchestra and the minds of the audience conjure up imaginary changes of scene.
History of Legong Dance
1.1246868119.legong-dance-the-full-xcrewxThe story derives from the history of East Java in the 12th and 13th centuries.  A king finds the maiden Rangkesari lost in the forest. He takes her home and locks her in a house of stone. Rangkesari's brother, the Prince of Daha, learns of her captivity and threatens war unless she is set free.
Rangkesari begs her captor to avoid war by giving her liberty, but the king prefers to fight. On his way to battle, he is met by a bird of ill omen that predicts his death. In the fight that ensues he is killed. The dance dramatizes the farewells of the King as he departs for the battlefield and his ominous encounter with the bird.
The tiny dancers glitter and dazzle. Bound from head to foot in gold brocade, it is a wonder the legongs can move with such fervent agitation. The dancers flow from one identity into the next without disrupting the harmony of the dance. They may enter as the double image of one character, their movements marked by tight synchronization. Then they may split, each enacting a separate role, and come together again. In a love scene in which they rub noses, for example, the King takes leave of Rangkesari. She repels his advances by beating him with her fan, and he departs in anger, soon to perish on the battlefield.

Sarana dan Prasarana Pariwisata

I. Prasarana Pariwisata

Prasarana pariwisata adalah semua fasilitas utama atau dasar yang memungkinkan sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang dalam rangka memberikan pelayanan kepada para wisatawan.
Termasuk prasarana pariwisata:
·         Prasarana perhubungan, meliputi: jalan raya, jembatan dan terminal bus, rel kereta api dan stasiun, pelabuhan udara (air-port) dan pelabuhan laut (sea port/harbour)
·         Instalasi pembangkit listrik dan instalasi air bersih.
·         Instalasi penyulingan bahan bakar minyak.
·         Sistem pengairan atau irigasi untuk kepentingan pertanian, peternakan dan perkebunan.
·         Sistem perbankan dan moneter.
·         Sistem telekomunikasi seperti telepon, pos, telegraf, faksimili, telex, email, dan lain.
·         Prasarana kesehatan seperti rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat.
·         Prasarana, keamanan, pendidikan dan hiburan.
II. Sarana Pariwisata
Sarana Pariwisata adalah fasilitas dan perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Maju mundurnya sarana kepariwisataan tergantung pada jumlah kunjungan wisatawan.
Sarana pariwisata meliputi: 
  • PERUSAHAAN PERJALANAN SEPERTI TRAVEL AGENT, TRAVEL BUREU DAN TOUR OPERATOR
  • PERUSAHAAN TRANSPORTASI, TERUTAMA TRANSPORTASI ANGKUTAN WISATA
  • BIRO PERJALANAN WISATA
Adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan paket wisata dan agen perjalanan.
Kegiatan usaha biro perjalanan wisata:
§         Menyusun dan menjual paket wisata luar negeri atas dasar permintaan.
§         Menyelenggarakan atau menjual pelayaran wisata (cruise).
§         Menyusun dan menjual paket wisata dalam negeri kepada umum atau atas dasar permintaan.
§         Menyelenggarakan pemanduan wisata.
§         Menyediakan fasilitas untuk wisatawan.
§         Menjual tiket/karcis sarana angkutan, dan lain-lain.
§         Mengadakan pemesanan sarana wisata.
   §         Mengurus dokumen-dokumen perjalanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.  
  •  AGEN PERJALANAN WISATA
Adalah perusahaan yang melakukan kegiatan penjualan tiket (karcis), sarana angkutan, dan lain-lain serta pemesanan sarana wisata.
§         Kegiatan APW:
1.Menjual tiket, dan lain-lain
2.Mengadakan pemesanan sarana wisata
3.Mengurus dokumen-dokumen perjalanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • CABANG BIRO PERJALANAN UMUM
Adalah satuan-satuan usaha dari suatu Biro Perjalanan Umum Wisata yang berkedudukan di tempat yang sama atau ditempat lain yang memberikan pelayanan yang berhubungan dengan perjalanan umum.
  • INDUSTRI-INDUSTRI DALAM KEPARIWISATAAN
§         Pengakutan
§         Akomodasi
§         Segala sesuatu yang menarik wisatawan untuk berkunjung sesuai sifat kegiatan perusahaan perjalanan dibagi menjadi:
  1. Wholesaler adalah perusahaan perjalanan yang menyusun acara perjalanan wisata secara menyeluruh atau secara khusus menjual paket perjalanan wisata kepada Retail Travel Agent
  2.   Retailer atau Retailer Travel Agent adalah biro perjalanan yang menjual perjalanan wisata secara langsung kepada wisatawan
  • HOTEL DAN JENIS AKOMODASI LAINNYA
  • Yang termasuk jenis akomodasi: hotel, motel, wisma, pondok wisata, villa, apartemen, karavan, perkemahan, kapal pesiar, yacht, pondok remaja dan sebagainya.
Ø      Serviced Accomodation, akomodasi yang menyediakan fasilitas dan pelayanan makanan dan minuman.
Ø      Non-Service Accomodation, akomodasi yang tidak menyediakan makanan dan minuman. Sekurang-kurangnya harus menyediakan kamar berperabot (furnished room) dan tenaga untuk melayani keperluan tamu.
  • BAR, RESTORAN, KATERING DAN USAHA JASA BOGA LAINNYA
  • TOKO CENDRAMATA DAN PUSAT KERAJINAN
  • DAYA TARIK WISATA
  • Suatu obyek daya tarik wisata pada pinsipnya harus memenuhi tiga persyaratan berikut:
Ø      Something to see (ada yang dilihat)
Ø      Something to do (ada yang dikerjakan)
Ø      Something to buy (ada yang dibeli/suvenir)
§         Obyek atau Daya Tarik Wisata dapat dibedakan menjadi tiga:
Ø      Obyek Wisata Alam: laut, pantai, gunung, danau, fauna, flora, kawasan lindung, cagar alam, pemandangan alam.
Ø      Obyek Wisata Budaya: upacara kelahiran, tari-tari tradisional, pakaian adat, perkawinan adat, upacara laut, upacara turun ke sawah, cagar budaya, bangunan bersejarah, peninggalan tradisional, festival budaya, kain tenun tradisional, tekstil lokal, pertunjukan tradisional, adat-istiadat lokal, musem, dll.
Ø      Obyek Wisata Buatan: sarana dan fasilitas olehraga, permainan (layang-layang), hiburan (lawak, akrobatik), ketangkasan (naik kuda), Taman rekreasi, taman nasional, pusat-pusat perbelanjaan dan lain-lain.
  • ORGANISASI KEPARIWISATAAN
Adalah suatu badan yang langsung bertanggung jawab terhadap perumusan dan kebijakan kepariwisataan dalam lingkup nasional.
  • Sebagai lembaga yang bertanggung jawab tentang maju mundurnya pariwisata di suatu negara.
  • Lembaga yang bertanggung jawab tentang pembinaan, perencanaan, pengembangan dan promosi kepariwisataan baik dalam lingkup lokal, nasional dan internasional.
  • Bertanggung jawab untuk mengadakan penelitian memperbaiki produk dan mengembangkan produk baru sesuai dengan ketentuan.
  • Melakukan koordinasi dan kerjasama  dengan departemen yang berkaitan dengan kegiatan kepariwisataan.
  • Sebagai badan yang mewakili negara dalam kegiatan dan percaturan kepariwisataan internasional
III. SARANA PENUNJANG
Sebagai akibat dari perkembangan kunjungan wisatawan, berbagai sarana penunjang tumbuh dengan pesat di pusat hunian wisata ataupun di kawasan obyek wisata seperti misalnya restoran, art shop, pasar seni, sarana hiburan, dan rekreasi.