Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2016

Popular Tourism Object Indonesia


Indonesia is a country with so many natural resources. Not a few, which is a favorite location as a tourist attraction because of its natural beauty. Of the many attractions in Indonesia, which is the most many tourists, both domestic and foreign tourists in the last year?

To that end, TripAdvisor announced the tourist places in Indonesia are getting high rankings to become the most frequent sights discussed the tourists from all over the world in the past year.

1. Waterbom Bali, Kuta
As expressed by one TripAdvisor traveler, "If you love the sun and water, Waterbom is one place that should be visited. It provides a lot of things that can be done travelers of all ages.
"

2. Complex. Prambanan Temple, Yogyakarta
"The structure of buildings, sculptures, and architecture are all amazing. Place to visit. The temple is also the only one in the world that has a statue of Lord Brahma with a full body, "said one TripAdvisor traveler.

3. Bali Safari & Marine Park, Gianyar
According to one TripAdvisor traveler, "The park is not only very spacious and well maintained, but the experience of being so close to the animals occupants also really amazing."

4. The temple of Borobudur, Central Java
A TripAdvisor traveler commented. "This place is not only beautiful, but also the surrounding scenery is stunning."

5. Pura Tanah Lot, Canggu
One TripAdvisor traveler commented, "A very impressive while visiting Tanah Lot temple and a beautiful garden. The most memorable of our trip! "

6. Kecak Fire and Trance Dance, Ubud
"Music is shouted by a remarkable man. Thrilling fire dance, with quick movements as well as entertaining. Perfect closure of our visit to Ubud, "said one TripAdvisor traveler.

7. Mount Bromo, East Java
A TripAdvisor traveler said, "The size of a very large crater and the supernatural beauty of nature is truly special."

8. Mount Merapi, Yogyakarta
"The scenery is absolutely stunning from Merapi. Everything is on fire and fog shrouded morning. Then you'll see the top for 10 minutes, it's worth it after a trip through time and wait! "Said one TripAdvisor traveler.

9. Gunung Rinjani, Lombok
According to one TripAdvisor traveler, "I've been climbing almost all the regions of Asia and Rinjani offers unrivaled views. You will see a blue-green lake and then active volcano crater that still smoke! "

10. Saung Angklung Udjo, London
"Appearance of music, dance and comedy with a bit of art as a whole is impressive. They involve the audience and the orchestra was incredible! Recommendations a TripAdvisor travelers.

source: metrotvnews (dot) com

WISATA KONVENSI DI INDONESIA

Sebagai salah satu Negara tujuan wisata dunia, Indonesia memiliki berbagai potensi wisata yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Hal itu tidak mengherankan karena wilayah Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke memiliki keanekaragaman budaya dan kekayaan alam yang melimpah. Oleh karena itu sudah sewajarnya banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari rata–rata jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia yang mencapai 4 juta wisatawan setiap tahunnya (Sumber :Departemen Kebudayaan dan Pariwisataan, 2006).Namun jika dibandingkan dengan rata-rata jumlah wisatawan dunia yang mencapai angka diatas 600 (Sumber :WTO,2006) juta orang setiap tahunnya, Indonesia belum bisa secara maksimal memanfaatkan potensi wisata yang dimiliki untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

Kalau kita melihat lebih jauh lagi pengembangan kepariwisataan Negara-negara di Eropa, Amerika, Australia mapun Negara Timur (Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hongkong) mereka sudah mengembangkan bentuk baru dalam dunia pariwisata. Mereka mengatakan bahwa pariwisata itu tidak cuman sun, sand, sea and sex. Pariwisata tidak lagi hanya panorama nan indah, budaya yang eksotik, rekreasi yang menyenangkan, petualangan yang mendebarkan, melainkan lebih daripada itu. Mereka sudah bisa mengembangkan jenis wisata baru yang memadukan jenis-jenis wisata yang sudah ada sebelumnya (wisata alam dan budaya) dengan sebuah kegiatan yang bisa menghasilkan devisa lebih banyak lagi. Salah satunya adalah wisata konvensi.
Wisata konvensi adalah suatu bentuk wisata yang menggabungkan kegiatan bisnis dengan wisata. Menurut Kamus Webster’s New Collegiate Dictionary merumuskan istilah Convention (Konvensi), “An assembly, often periodical, of members or delegates, as of a political, social, professional or religious group”. (Pendit,1999:23).
Sedangkan menurut keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM 108/HM.703/MPPT-91merumuskan : Kongres, konferensi atau konvensi merupakan suatu kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan, dan sebagainya)untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Dalam sebuah penyelenggaraan konvensi yang dilakukan tidak hanya kegiatan pertemuan saja, namun juga dilakukan kegiatan-kegiatan lain seperti perjalanan wisata, belanja ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. Untuk itu dalam sebuah penyelenggaraan konvensi tidak hanya dibutuhkan tempat beserta fasilitas konvensi saja, namun juga dibutuhkan sarana transportasi untuktraveling, sarana hiburan, olahraga, pusat perbelanjaan, sarana akomodasi, dan sarana prasarana pendukung lainnya. Melihat sarana prasarana yang diperlukan dalam satu kali kegiatan konvensi cukup banyak, sudah tentu akan melibatkan tenaga kerja yang jumlahnya banyak didalam pelaksanaanya. Oleh karena itu maka dikatakan bahwa konvensi merupakan suatu bisnis besar (big business).
Siapakah penyelenggara Wisata Konvensi ini? Terselenggarannya suatu wisata konvensi ditentukan oleh tersedianya PCO (Professional Convention Organizer). Untuk menjadi seorang PCO (Professional Convention Organizer) diperlukan pengalaman, keterampilan dibidang bisnis akomodasi, transportasi, kesekretariatan, pramuwisata, perancang dan pengatur wisata, public relation, MC, dan keterampilan diberbagai bidang yang menyangkut penyelenggaraan sebuah konvensi.
Selain diperlukannya penyelenggara dari kegiatan konvensi ini, dalam penyelenggaraan sebuah konvensi juga diperlukan adanya organisasi-organisasi yang bergerak dibidang jasa konvensi ini. ITB Berlin, ICCA (International Congress & Convention Association), European Incentive & Business Travel &Meeting Exhibition (EIBTM)merupakan beberapa organisasi penyelenggara konvensi yang biasa menyiapkan dan menyelenggarakan konvensi yang berskala besar dengan jumlah delegasi mencapai ribuan orang. Organisasi penyelenggara Konvensi ini nantinya membawahi PCO (Professional Convention Organizer).
Melihat wisata konvensi ini merupakan sebuah bisnis yang besar (big business), sudah seharusnya kepariwisataan Indonesia lebih meningkatkan pengelolaan jenis wisata ini. Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, kegiatan wisata konvensi di Indonesia masih kurang. Tahun lalu Indonesia hanya bisa menyelenggarakan 200 event konvensi, jika dibandingkan dengan Singapura yang menyelenggarakan 1000 event konvensi ditahun yang sama kita masih kalah jauh. Padahal sebagai suatu negaran tujuan wisata dunia, fasilitas konvensi di Indonesia tidak kalah dibandingkan negara-negara lain. Menurut Jero Wacik, berbagai fasilitas wisata konvesi di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Surabaya siap menampung tamu lebih dari seribu orang, sementara untuk jumlah 300-an orang dapat disebar ke berbagai daerah seperti Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Makassar, Manado dan kota-kota lainnya yang memiliki jaringan hotel internasional.(sumber: Bisnis Indonesia).
Melihat potensi yang dimiliki, sudah seharusnya Indonesia bisa menjadi primadona bagi tempat penyelenggaraan konvensi. Wisata konvensi akan memberikan dampak tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi, melainkan juga berdampak pada pembangunan di Indonesia. Namun untuk menyelengarakan sebuah kegiatan konvensi bukanlah semudah membalikan telapak tangan. Indonesia harus mulai berbenah diri dengan jalan menyiapkan dan meningkatkan segala fasilitas penunjang kegiatan konvensi. Tidak hanya itu saja, pengetahuan masyarakat mengenai penyelenggaraan kegiatan konvensi juga harus ditingkatkan.

Masalah Pariwisata di Indonesia

PEMBANGUNAN PARIWISATA DI MEXICO

(Study Perbandingan)

PENDAHULUAN

Turis asing yang masuk ke Mexico berjumlah 19,810.460 pengunjung (data tahun 2001), dengan pendapatan devisa USD 6,5 mliyar. Sebagian besar (80%) turis asing tersebut ádalah dari Amerika, menyusul dari Eropa, karena kedua wilayah tersebut berjarak relatif dekat.

Walaupun terdapat masalah keamanan (kriminalitas yang tinggi maupun gangguan kelompok bersenjata di beberapa negara bagian) namun pengembangan turisme di Mexico (termasuk menarik turis asing) terus meningkat karena terdapat faktor lain yang mendukung (sumber daya manusia, promosi secara terpadu dan infrastruktur yang memadai). Masalah keamanan juga bukan hambatan utama untuk mengembangkan pariwisata di berbagai negara, seperti gangguan keamanan dari pemberontak ETA, namun turis asing yang masuk Spanyol mencapai 60 juta pengunjung per tahun. Begitu juga dengan masalah keamanan di Irlandia Utara (Inggris), Rusia dan Italia, yang tidak mempengaruhi angka kunjungan wisatawan asing di negara tersebut.

Faktor aksesibilitas menjadi perhatian di Mexico. Salah satu hal berkembangnya turisme di Mexico (termasuk menarik turis asing) ádalah karena Mexico memiliki infrastruktur darat (bukan kereta) dan udara yang sangat baik. Seluruh daerah tujuan wisata telah dihubungan melalui highway atau memiliki airport yang memadai sekelas di negara-negara Eropa.

Untuk mengembangkan turisme dalam negeri, diadakan pula kebijakan untuk memberikan discount 50% di masa liburan, untuk transportasi terutama bagi pelajar dan usia lanjut. Sedang untuk guru/dosen mereka mendapat discount 25%. Discount penginapan untuk rerservasi awal juga dilakukan untuk menarik jumlah pengunjung ke tempat tujuan wisata.

Dalam setahun terdapat 3 kali liburan resmi masing-masing 2 minggu, yaitu hari natal, dan hari pasca serta liburan musim panas selama 40 hari.

Produk pariwisata terus dikembangkan Mexico. Daerah tujuan wisata primadona di Mexico ádalah :
1.Bangunan colonial peninggalan Spanyol
2.Kebudayaan Indian (seperti piramid, benda seni budaya dan tari-tarian)
3.Pantai untuk berjemur
4.Eco - Tourism
5.Museum (museum anak, museum antropologi, museum lilin, museum kain,
museum, dan sebagainya ).

Mexico memiliki museum terbanyak di dunia. Terdapat Museum hampir di setiap municipal (kecamatan) sampai negara bagian (propinsi). Semua museum tersebut dikelola di bawah lembaga Instituto Nacional Antropoligi y Historia (INAH) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kecuali itu, teatro (tempat atraksi pertunjukan kesenian) juga ada disetiap kota besar maupun kecil, dan kegiatan pertunjukan kebudayaan telah menjadi bagian dari kegiatan untuk menarik wisatawan asing maupun domestik. Festival Cervantino di kota Guanajuato merupakan festival kebudayaan terbesar dan paling bergengsi di Mexico. Ribuan turis asing dari benua Amerika dan Eropa selalu mengunjungi festival tersebut setiap bulan Oktober.

Dari penghitungan pendapatan sektor turisme, diakui bahwa turis domestik lebih banyak memberi kontribusi (sekitar 60% dari total pendapatan sektor turisme Mexico).

FASILITAS PARIWISATA

Di setiap negara bagian di Mexico terdapat Polisi Pariwisata di bawah kepolisian negara bagian setempat yang bertugas menciptakan rasa aman bagi setiap turis yang sedang berkunjung. Kebersihan juga diperhatikan di semua turist destination.

Informasi turis juga diadakan disetiap tempat strategis (tujuan wisata), yang bertugas membantu sehingga memudahkan pengunjung mencapai daerah tujuan wisata yang ingin dikunjungi tanpa memungut bayaran. Dan hampir disetiap ibu kota negara bagian diadakan city tour dengan bus (dibuat dengan design khusus) dengan rute yang telah ditentukan.

DATA TURIS KELUAR DAN TURIS MASUK MEXICO :

Tercatat 19,810.460 pengunjung asing tahun 2001 ke Mexico, dengan pendapatan devisa USD 6,5 mliyar. Dalam hal ini Mexico diurutan ke delapan sebagai negara penerima turis asing di dunia, Angka ini turun dibanding tahun 2000 yang mencapai 20,6 juta pengunjung (3% dari total penerimaan turis dunia). Namun demikian perolehan devisa Mexico hanya menempati utusan ke-12. Dalam hal ini karena kebanyakan pengunjung ádalah turis back-packer dan turis week-end dari Amerika di daerah perbatasan utara. Mereka umumnya turis Amerika berusia remaja yang bertujuan untuk melakukan hal-hal yang dilarang di negaranya.

Di daerah tertentu (kota San Miguel Allende) juga dibuka daerah dimana komunitas warga Amerika yang berusia pensiun diberi kebebasan tinggal disana untuk menikmati masa tua karena kebetulan air tanah di wilayah tersebut mengandung mineral yang baik untuk kesehatan tulang. Namun tidak diperbolehkan mencari penghasilan kecuali kerja sosial.

Sementara itu turis Mexico yang ke luar negeri mencapai total 12.075.150 orang pada tahun 2001, dengan total pengeluaran USD 2,7 milyar. Menurut Menteri Pariwisata Mexico, terdapat potensi 200 juta travellers di Amerika Latin.

Dari catatan tahun 2002, jumlah turis asing Mexico yang masuk Indonesia dari pintu Denpasar (Ngurah Rai Airport) tercatat sekitar 2.300 pengunjung. Ini mengalami kenaikan karena catatan tahun 2000 hanya menunjukan angka 1.000 turis Mexico yang masuk di pintu yang sama. Dan data yang ada menunjukan bahwa sekitar 22.000 turis dari Amerika Latin mengunjungi Indonesia untuk tahun 2003 ini.

KELEMBAGAAN

Di Mexico, terdapat 3 lembaga yang menangani pariwisata di tingkat pemerintah pusat/Federal :

I. Kementerian Pariwisata (SECTUR), bertugas khusus dalam bidang pengaturan (legalisasi) dan perencanaan/pengembangan daerah tujuan wisata (yang setiap 6 tahun sekali diubah dengan adanya Menteri Pariwisata yang baru)
II. Badan Promosi Pariwisata (PROMOTUR), badan independen ini bertugas khusus dalam bidang promosi dalam dan luar negeri. Di Amerika dan Eropa badan ini memiliki kantor diberbagai tempat dan melibatkan pihak swasta.
III. Badan Keuangan Pariwisata (FONATUR), bertugas khusus mencari dana untuk mengembangkan daerah wisata dan promosi wisata dengan melibatkan pihak swasta.

Kementerian Pariwisata Mexico (SECTUR) memiliki seorang Menteri dibantu 4 Wakil Menteri, (WM) yaitu :

I. WM Bidang Operasional Pariwisata, meliputi Dirjen Perencanaan Regional, Dirjen Pengembangan Produk-produk Pariwisata, Dirjen Pengembangan Hukum, Dirjen Pengembangan Pariwisata Budaya.
II. WM Bidang Perencanaan Pariwisata, meliputi Dirjen Informasi dan Analisis, Dirjen Perencanaan Strategis dan Politik Sektoral.
III. WM Bidang Innovási dan Kwalitas, meliputi Dirjen Adminstrasi, Dirjen Pengembangan Institucional dan Koordinasi Sektoral, Dirjen Pelayanan Turis.

Selain tersebut di atas juga terdapat 3 organisasi setingkat Dirjen yaitu :

1.Badan Pengawasan Internal
2.Dirjen Masalah-masalah Hukum
3.Dirjen Komunikasi Sosial

Kementerian Pariwisata Mexico juga memiliki Pusat Pendidikan Tinggi Pariwisata (Centro de Estudio Superior en Turismo), di bawah Menteri Pariwisata, yang langsung membawahi lembaga pendidikan pariwisata dari tingkat SLA sampai Universitas (S1, S2, dan S3) di seluruh Mexico. Sampai saat ini Mexico memiliki lembaga pendidikan pariwisata tertua di Amerika Latin sampai tingkat S2 (Pasca Sarjana).

Terdapat 2 (dua) orang mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa dari Pemerintah Mexico untuk menyelesaikan S2 di Fakultad de Turismo Universidad Autonoma de Estato de Mexico, Toluca. Seorang siswa Indonesia tersebut (Sdr.Maulvi Mahrizal) telah menyelesaikan pada bulan September lalu.

Pemerintah Mexico memiliki visi yang ingin dicapai hinggá tahun 2025 sebagai target, yaitu :
1 Menginformasikan bahwa pariwisata merupakan kunci penting dalam pembangunan pariwisata di Mexico
2 Menganekaragamkan produk-produk wisata dan mengembangkan pasar baru,
3 Mendorong pelaku bisnis pariwisata agar kompetitif di tingkat nasional maupun internasional
4 Perkembangan pariwisata harus ke arah menghormati alam, budaya dn sosial.

Agar dapat mencapai visi tersebut di atas Pemerintah Mexico mengakui perlu suatu kerjasama antara sector pariwisata dan administrasi Publik supaya dapat mencapai misi sebagai berikut :
1. Mengembangkan pariwisata nasional melalui perencanaan program yang baik,
2. Menawarkan bantuan.-bantuan pada perusahaan-perusahaan pariwisata dan promosi,
3. Mewujudkan aksi bersama mulai dari pémerintahaan tingkat bawah sampai tingkat pusat (federal)

PENGAMATAN dan SARAN

1. Turisme Mexico memang diuntungkan karena kedekatannya secara geografis dengan Amerika dan Eropa, dengan iklim yang sub-tropis yang disukai turis dari wilayah tersebut (terutama pada waktu musim dingin) serta harga-harga yang dinilai cukup murah sebagai tujuan wisata. Masyarakat Mexico secara umum juga dapat menerima kedatangan turis asing secara sosial dan cultural. Dalam hal ini maka Indonesia dapat mengembangkan enclave di wilayah tertentu dimana masyarakat di enclave tersebut dapat menerima kedatangan turis asing secara sosial dan cultural.

2. Dibandingkan dengan kampanye pariwisata oleh Malaysia, Thailand, Philippines, Singapura di Mexico, maka salah satu hal yang perlu diperhatikan Indonesia adalah kurang gencarnya promosi dan kurang bagusnya kemasan program pariwisata yang dijual. Negara-negara ASEAN, juga telah memiliki jalur penerbangan langsung hingga Los Angeles, seperti MAS, Philippines Arlines, dan Singapore Airlines. Singapura juga memiliki kantor perdagangan dan pemasaran pariwisata di Mexico.

3. Dengan biaya APBN untuk sektor pariwisata sebesar USD 10 juta (meningkat dari USD 5 juta sebelumnya), bandingkan dengan Malaysia yang berjumlah USD 150 juta, Thailand USD 100 juta, dan Singapura USD 50 juta (masih ditambah saat ada SARS), maka sulit bagi Indonesia untuk mengadakan promosi besar-besaran yang efektif terutama melalui media masa dunia, tanpa koordinasi yang baik antara tiga komponen Deplu/Perwakilan RI, Meneg. Kebudpar dan LSM Pariwisata. Berdirinya LSM Masyarakat Pariwisata Indonesia perlu disambut baik. Melalui kerjasama antra pemerintah dengan mereka untuk tujuan yang sama, peranan swasta tersebut dapat mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia.

4. Faktor keamanan harus dipandang bukan hambatan terhadap pengembangan pariwisata. Media masa lokal maupun dunia telah membesar-besarkan masalah keamanan di Indonesia. Dan karena itu perlu upaya dengan dana besar untuk mengcounter berita media yang menjangkau seluruh dunia. Selain promosi global secara kreatif, secara sporadis perwakilan RI juga harus aktif melakukan promosi citra secara lokal melalui kegiatan budaya yang akan mengimbangi pemberitaan-pemberitaan tentang keamanan yang buruk oleh media masa setempat. Dari segi kriminalitas, situasi Mexico tidak lebih baik dari pada Indonesia. Kwalitas kriminalitas disana juga lebih tinggi, namun angka wisatawan asing yang mengunjungi negeri itu sangat tinggi, karena promosi yang gencar dilakukan oleh hampir semua elemen pariwisata. Ada baiknya pencetakan brosur promosi pariwisata dibebaskan dari pajak.

5. Terdapat kelemahan pada lembaga studi pariwisata di Indonesia, karena lulusan sekolah pariwisata di Indonesia hanya ditujukan untuk menjadi tenaga kerja siap pakai di hotel, travel biro, dan sebagainya. Disarankan untuk masa datang yang dekat dapat didirikan lembaga studi yang dapat menghasilkan lulusan studi pariwisata di bidang perencanaan, analisa dan pengembangan daerah tujuan wisata hinggá tingkat S2 dan S3. Seperti diketahui bahwa pada tahun 2020, menurut data dari WTO, Indonesia termasuk daerah tujuan wisata dunia yang akan mengalami peningkatan pengunjung hinggá 6% – 8%. Hal ini perlu diantisipasi

6. Perlu dilakukan pembagian kerja secara efisien antara pemerintah pusat dengan daerah. Kemudian pembagian kerja antara Deplu/Perwakilan RI dengan Kantor Meneg. Sebagai contoh di Mexico, Pemerintah federal adalah pihak yang menangani promosi pariwisata ke luar negeri, sedang pemerintah negara bagian menangani promosi pariwisata dalam negeri termasuk kepada wisatawan asing yang sudah berada di negara tersebut. Pembagian tugas ini akan mengefisienkan dana promosi pariwisata yang ada. Sekarang ini daerah yang kaya di Indonesia melakukan promosi terpadu (pariwisata, investasi dan perdagangan) ke luar negeri secara sendiri-sendiri.

Minggu, 05 Juni 2016

Habitat Burung Garuda


Telaga Warna memang menyimpan berbagai keindahan.
Dari luasnya kebun teh hingga dua telaga yang menyimpan kemistisannya tersendiri. Salah satunya adalah Desa Cibulao. Desa ini terletak di kawasan perkebunan teh yang berbatasan
langsung dengan cagar alam, Telaga Warna, Puncak, Jawa Barat.

Seperti yang diungkapkan Hamdani seorang mahaiswa Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) bahwa lokasi ini, merupakan habitat terdapat burung Garuda, burung yang menjadi simbol negara Indonesia kini kian terancam punah. Garuda itu adalah Elang Jawa, burung elang yang bernama latin Spizaetus Bartelzi.

"Elang Jawa memang amat identik dengan Garuda karena memiliki jambul dikepalanya, sehingga gambaran Garuda amat dekat dengannya, " ujar Hamdani (23). .

"Kalau mau lihat Elang Jawa sedang kasmaran pun bisa saja dilihat disini yang penting sabar aja nunggunya, " katanya.

"Tempat ini sangat menarik untuk dijadikan tujuan pendidikan dan sarana pengenalan lingkungan, kami mahasiswa Biologi  suka melakukan penelitian di tempat ini, khususnya penngamatan Elang Jawa ." jelasnya.

"Selain itu juga tempatnya asyik,  nyaman, fasilitasnya juga lengkap, seperti tanah lapang dan air yang melimpah, juga terdapat penginapan disana dan yang terpenting dekat dengan Jakarta." terangnya.

Mengenai biaya administrasinya pengunjung tidak usah khawatir, harga tiket masuknya terjangkau. untuk masuk kedalam kawasan perkebunan dikenakan biaya masuk Rp 10000, untuk menginap di tempat perkemahan pengunjung dikenakan biaya Rp 10000. Sedangkan untuk penginapan pemilik tidak mematok harga, itu tergantung dari negosisasi calon pengunjung.

Penasaran dengan burung Garuda atau Elang Jawa ?, jadikan tempat ini sebagai tujuan utama anda dalam mengisi liburan yang bermanfaat.(eco/has)

Kamis, 05 Mei 2016

10 Most Beautiful National Parks in Indonesia Taman Nasional

Taman Nasional Terindah Di Indonesia

1. Taman Nasional Pulau Komodo
Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya
2. Taman Nasional Bromo-Semeru
Taman Nasional Bromo-Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut. Apabila Anda berwisata ke Jawa Timur, sangat disayangkan jika tidak mengunjungi Kawasan Wisata Alam Taman Nasional Bromo " Semeru. Apalagi ditambah dengan kondisi udara yang masih segar, dingin dan alam pegunungan yang menawan.
3. Taman Nasional Gunung Rinjani
Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan salah satu bagian dari hutan tropis yang terdapat di wilayah Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari berbagai tipe ekosistem dan vegetasi. Potensi kawasan dapat dijadikan sumber plasma nutfah dan keindahan alam, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian dan wisata alam.
4. Taman Nasional Raja Ampat
Kepulauan Raja Ampat yang terletak di bagian barat-laut Propinsi Papua memiliki luas areal daratan dan laut sekitar 9,8 juta acre. Melihat posisinya di kawasan segitiga terumbu karang, yang tepat pada pusat keragaman terumbu karang dunia, maka laut di Kepulauan Raja Ampat diindikasikan sebagai kawasan yang paling kaya keragaman hayatinya di dunia
5. Taman Nasional Lorentz
Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura.
6. Taman Nasional Kelimutu
Taman Nasional Kelimutu terletak di Flores, Indonesia. Taman nasional ini terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung dengan Gunung Kelibara (1.731 m) sebagai puncak tertinggi. Gunung Kelimutu, terdapat danau Danau tiga warna yang juga merupakan tempat dari Taman Nasional Kelimutu.
7. Taman Laut Nasional Bunaken
Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir.
8. Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Kerinci Seblat adalah taman nasional terbesar di Sumatra, Indonesia yang memiliki luas wilayah sebesar 13,750 km² dan membentang ke empat provinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Taman nasional ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum.
9. Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1992, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas
10. Taman Nasional Baluran
Afrikanya Indonesia, Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran


10 Most Beautiful National Parks in Indonesia

1. Komodo Island National Park
Komodo National Park (TN. Komodo) is an area consisting of several islands with sea water. The islands are the habitat of the Komodo dragon (Varanus komodoensis) is an ancient reptile was left on earth. Unique natural conditions, there is a vast savanna with trees lontarnya

2. Bromo-Semeru National Park
Bromo-Semeru National Park is the only conservation area in Indonesia which has a unique form of sand sea covering an area of ​​5,250 hectares, which is at an altitude of 2392 m above sea level. If you traveled to East Java, very unfortunate if not visit the Nature Park Region Bromo "Semeru. Moreover, coupled with the air condition is still fresh, chilled and natural charming mountain.

3. Mount Rinjani National Park
Mount Rinjani National Park region is one part of the tropical forest located in Nusa Tenggara Barat consisting of various types of ecosystems and vegetation. The potential of the region can be a source of germplasm and natural beauty, which can be utilized for the development of science, education, research and nature.

4. Raja Ampat National Park
Raja Ampat Islands are situated in the northwestern province of Papua has extensive land and sea approximately 9.8 million acres. Viewed position in the Coral Triangle, which is right in the center of the world's coral reef biodiversity, the Raja Ampat Islands sea in the area indicated as the richest biodiversity in the world

5. Lorentz National Park
Lorentz National Park is representative of the most complete ecosystem for biodiversity in South-East Asia and the Pacific. This area is also one of the three regions in the world that has a glacier in the tropics. Stretching from snow-capped mountain peak (5,030 meters above sea level), to stretch out to the coastal waters with mangrove forests and borders the Arafura Sea waters.

6. National Park Flores
National Park Flores is located in Flores, Indonesia. The national park is made up of hills and mountains, with Mount Kelibara (1,731 m) as its highest peak. Kelimutu, there are three colors lake lakes which also houses the National Park Flores.

7. Bunaken National Marine Park
Kruger National Park is representative of Indonesian tropical water ecosystems consist of mangrove ecosystems, seagrass beds, coral reefs, and land / coastal ecosystems.

8. The Kerinci Seblat National Park
Kerinci Seblat National Park is the largest national park in Sumatra, Indonesia which has an area of ​​13,750 sq km and stretches into four provinces of West Sumatra, Jambi, Bengkulu and South Sumatra. This national park also has a variety of flora and fauna. Approximately 4,000 plant species growing in the territory of national parks including the world's largest flower Rafflesia Arnoldi, and the highest rate in the world, the Titan Arum.

9. Ujung Kulon National Park
Ujung Kulon National Park is located in the most western part of Java Island, Indonesia. This national park area also includes the area of ​​Krakatau and some neighboring small islands such as Pulau Handeuleum and Peucang. National Park became the first national park was established in Indonesia, and has also been unveiled as one of the World Heritage protected by UNESCO in 1992, because the area of ​​protected forests cover a very broad

10. Baluran National Park
His African Indonesia, Baluran National Park is representative of specific dry forest ecosystem in Java, consisting of savanna vegetation types, mangrove forest, monsoon forest, coastal forest, lower montane forests, swamp forest and evergreen forests throughout the year. About 40 percent of savanna vegetation types dominate Baluran National Park